Rabu, 08 Juli 2009
Selasa, 07 Juli 2009
Lorenzo ke Honda? Yamaha Cuek

JAKARTA, KOMPAS.com - Yamaha tak mau terprovokasi oleh rumor tentang ketertarikan Honda kepada Jorge Lorenzo. Pabrikan asal Jepang itu mengatakan, gosip tersebut hanya mengembuskan spekulasi yang membuat harga pebalap asal Spanyol itu yang kontraknya berakhir 2010 akan melambung.
Menurut kabar yang beredar, saat tampil di Laguna Seca akhir pekan lalu, Lorenzo mengadakan pembicaraan dengan Honda agar dia mau bergabung tahun depan. Padahal, mantan juara dunia kelas 250cc tersebut menegaskan bahwa Yamaha tetap menjadi prioritas utama.
Mendengar hal tersebut, Yamaha tak mau buru-buru mengadakan pembicaraan perpanjangan kontrak. Mereka terus mengamati situasi yang berkembang sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
Boss Masao Furusawa mengatakan, timnya memang tertarik untuk mempertahankan Lorenzo sehingga tetap berduet dengan Valentino Rossi. Tetapi mereka tak mau gegabah untuk mengajukan kontrak baru, karena semuanya akan disesuaikan dengan kondisi finansial tim.
"Kami tertarik dengan Jorge," ungkap Furusawa kepada Gazzetta dello Sport. "Kami dalam proses pembicaraan tetapi kami juga tahu tentang penawaran Honda: jika dia ingin pergi dan bergabung dengan mereka, kami tidak ingin menaikkan tawaran yang membuat dia tetap bersama kami."
Sementara itu, Lorenzo mengatakan bahwa akhir pekan kemarin tidak ada penawaran dari Honda, meskipun dia juga tak membantah telah terjadi pembicaraan.
"Saat ini Yamaha tetap jadi pilihan utama: Saya senang di sini. Kami sedang dalam proses pembicaraan," terangnya. "Tidak ada penawaran (dari Honda), tetapi saya tidak bisa mengatakan tentang diskusi itu. Manajer dan saya tetap terbuka dengan apapun."
Memang, rumor bahwa Honda tertarik menggaet Lorenzo sudah cukup lama beredar. Pasalnya, Honda kecewa dengan performa Dani Pedrosa yang belum pernah mempersembahkan gelar juara dunia. Diperkirakan Lorenzo akan menggeser posisi rekan senegaranya tersebut.
Tapi akhir pekan lalu, Pedrosa membuat kejutan. Dia justru menjadi juara di Laguna Seca, mengalahkan Rossi yang finis di urutan dua dan Lorenzo yang meraih pole position, tapi finis di posisi tiga.
Sabtu, 04 Juli 2009
Rossi Ukir Kemenangan Ke-100, Pedrosa Ambruk

ASSEN, KOMPAS.com — Valentino Rossi berhasil memenangkan MotoGP Belanda yang berlangsung di sirkuit Assen, Sabtu (27/6). Dengan demikian, "The Doctor" dapat memenuhi ambisinya menorehkan kemenangan ke-100 di putaran ke-7 dan sekaligus mengambil alih pimpinan teratas sementara dengan total 131 angka.
Padahal, sebelum balapan, Rossi sempat mengutarakan kalau balapan di Assen ini cukup sulit. Pasalnya, karakter lintasan banyak tikungan dengan sudut kemiringan yang bervariasi. Kalau sampai melakukan kesalahan, risikonya adalah jatuh.
Ternyata, "The Doctor" mampu melesat dengan mulus tanpa melalui perjuangan berat. Di hadapan sekitar 99.000 penonton yang sebagian mendukungnya dengan mengenakan seragam kuning dan nomor start 46, ia melesat tanpa ada kesalahan sedikit pun. Bahkan, baru menempuh lap kedua, ia sudah memimpin di depan tanpa dapat dikejar, baik oleh Casey Stoner maupun Jorge Lorenzo.
Kemenangannya disambut dengan selebrasi berupa spanduk berisi perjalanan kariernya ke-100. Sirkuit Sentul yang menjadi kemenangannya yang ke-12 pun masuk dalam spanduk itu.
Tempat kedua direbut rekan setimnya, Jorge Lorenzo. Meski start kurang mulus, pebalap Spanyol ini bisa menunjukkan performanya. Sempat melorot satu tingkat jadi keempat, pada lap ketiga ia bisa menyalip Dani Pedrosa di lap ke-3.
Didukung tenaga motor dan setelan yang pas, Lorenzo dapat menggeser pebalap Ducati, Casey Stoner, di lap ke-4. Ia kemudian coba mengejar rekan setimnya, Rossi. Namun, upayanya tak berhasil. Kini ia menduduki peringkat kedua dengan 126 angka.
Adapun tempat ketiga diduduki Stoner. Pebalap Australia itu sepertinya kurang mendapat dukungan dari tenaga motornya. Sirkuit Assen, yang sarat dengan tikungan dan tidak memberi kesempatan pada pebalap untuk bisa menegakkan badan ini, sulit buat Stoner untuk bisa memaksimalkan mesin Desmosedici GP9 yang cukup galak itu.
Stoner pun kini menduduki peringkat ketiga sementara dengan 122 angka.
Honda gagal total
Pebalap andalan Honda, Dani Pedrosa, gagal menunjukkan performa terbaiknya. Ia terjatuh pada lap ketiga setelah disalip Jorge Lorenzo akibat menikung terlalu miring dan melebar.
Meski ketika start sempat melejit ke depan, tidak sampai setengah putaran, posisinya diambil alih oleh Casey Stoner. Pebalap Spanyol itu tampil tanpa didukung kondisi fisik yang prima lantaran cederanya yang belum pulih betul.
Dengan terjatuh kembali itu, semakin kuat kemungkinan Dani didepak dari tim. Sinyal ini sudah ditunjukkan Honda dengan merekrut juara dunia 250 cc, Marco Simoncelli dari Italia.
Sesuai ketentuan, pebalap dari 250 cc tidak boleh langsung masuk ke tim pabrikan, tetapi harus melalui tim satelit. Makanya, tahun depan ia bergabung dengan tim Gresini.
Ternyata, Assen bukan sirkuit yang bersahabat bagi tim Repsol Honda. Pada lap ke-10, giliran Andrea Dovizioso terpental dari motornya. Padahal, pebalap kedua Honda sudah menduduki urutan keenam.
Korban keganasan dari trek Assen ini adalah Mika Kallio. Menjelang putaran terakhir, pebalap asal Finlandia itu terlempar keras dari motornya saat menikung. Ia mengalami cedera pada pergelangan dan jari tangan kiri.
Hasil balapan 26 lap
1. Valentino Rossi Yamaha 42m14.611s
2. Jorge Lorenzo Yamaha + 5.368s
3. Casey Stoner Ducati + 23.113s
4. Colin Edwards Tech 3 Yamaha + 29.114s
5. Chris Vermeulen Suzuki + 33.605s
6. James Toseland Tech 3 Yamaha + 39.347s
7. Randy de Puniet LCR Honda + 39.543s
8. Toni Elias Gresini Honda + 39.774s
9. Nicky Hayden Ducati + 39.823s
10. Loris Capirossi Suzuki + 40.673s
11. Alex de Angelis Gresini Honda + 46.100s
12. Marco Melandri Hayate Kawasaki + 57.777s
13. Sete Gibernau Hernando Ducati +1m05.366s
14. Niccolo Canepa Pramac Ducati +1m09.897s
15. Yuki Takahashi Scot Honda +1m09.930s
16. Gabor Talmacsi Scot Honda +1m25.099s
Pebalap jatuh
Mika Kallio Pramac Ducati 25 laps
Andrea Dovizioso Honda 10 laps
Dani Pedrosa Honda 4 laps
Peringkat sementara pebalap
1 Valentino Rossi 131
2 Jorge Lorenzo 126
3 Casey Stoner 122
4 Andrea Dovizioso 69
5 Daniel Pedrosa 67
6 Colin Edwards 67
7 Loris Capirossi 56
8 Marco Melandri 54
9 Chris Vermeulen 53
10 Randy De Puniet 51
11 James Toseland 39
12 Antonio Elias 31
13 Alex De Angelis 30
14 Mika Kallio 26
15 Nicky Hayden 26
16 Niccolo Canepa 12
17 Sete Gibernau 12
18 Yuki Takahashi 9
19 Bastien Chesaux 0
20 Gabor Talmacsi 0
21 Imre Toth 0
22 Steve Bonsey 0
23 Valentin Debise 0
24 Vladimir Leonov 0
Rossi Tercepat dan Puas dengan Performa Yamaha M1 di Laguna Seca

LAGUNA SECA, KOMPAS.com - Setelah berhasil memenuhi ambisinya menorehkan kemenangan ke-100 di sirkuit Assen, Belanda, kini Valentino Rossi memasang target baru. Pebalap tim Fiat-Yamaha asal Italia itu berusaha mencetak kemenangan hattrick di Laguna Seca, Amerika, Minggu (5/7) atau Senin dini hari di Indonesia.
Peluang itu sudah disinyalkan oleh The Doctor melalui sesi latihan resmi, Jumat (3/7). Rossi menjadi pebalap satu-satunya yang mencatat waktu tercepat di bawah 1:22 detik. Remaja asal Urbino, Italia itu membukukan waktu terbaiknya 1 menit 21,981 detik.
Tercepat kedua diukir rekan setimnya, Jorge Lorenzo. P{ebalap asal Spanyol itu melesat dengan waktu terbaiknya 1:22,093 detik. Di belakang mereka membayang pebalap Ducati, Casey Stoner dan Dani Pedrosa (Repsol-Honda).
"Saya senang di sesi latihan ini. Performa motor sangat bagus sampai akhir sesi," ujar Rossi. Dengan menjajal ban kompon keras di sirkuit Laguna Seca, sang juara dunia mengaku puas dan bisa melesat paling cepat, kata juara dunia enama kali MotoGP.
Rossi memaparkan ia masih terus melakukan penyempurnaan pada bagian depan motor agar bisa bermanuver baik di satu-dua tikungan yang berbahaya. "Kami juga akan melihat perlunya sistem elektronik untuk pengontrolan roda sampai terangkat. Mengingat bagian tertentu dari trek ada yang bergelombang dan bikin motor lompat," terangnya.
Dalam balapan nanti, Rossi memperhitungkan rekan setimnya Jorge Lorenzo dan Stoner. Keduanya, punya catatan waktu sangat dekat dan ia yakin akan performa Yamaha M1.
Penggemar MotoGP sangat berharap persaingan super ketat antara The Doctor dengan Stoner seperti tahun lalu terulang lagi. Malah, tampilnya Lorenzo bisa menambah ramai persaingan.
Rabu, 01 Juli 2009
Agostini Akui, Rossi Mampu Melampauinya

MILAN, Kompas.com - Legenda balap dunia, Giacomo Agostini mengakui Valentino Rossi akan bisa melampauinya meraih gelar juara balap motor terbanyak sepanjang sejarah.
Rossi meraih gelarnya yang ke 100 saat menjuarai GP Belanda di sirkuit Assen, Sabtu. Namun rekornya masih terpaut jauh dengan Agostini yang meraih 123 gelar juara lomba (versi lain menyebut 122) sepanjang karirnya antara 1965-1976.
"Memang terpaut jauh, namun tidak terlampau jauh," kata Agostini yang kini telah berusia 67 tahun. "Seseorang seperti Rossi dengan determinasi seperti yang dimilikinya, akan mampu mencapainya."
"Semua tergantung kepada berapa lomba yang dapat dimenanginya pada 2009. Namun dalam dua atau tiga tahun ini, ia akan mencapai 122 atau 123," ungkap Agostini lagi.
Rossi sendiri telah mengantongi delapan gelar juara dunia di semua kelas balap motor. Ia berharap mampu memecahkan rekor Agostini selama ia masih mampu bertarung di MotoGP. "Anda masih akan mammpu bersaing di puncak atas balap motor hingga usia 34," kata pebalap Yamaha ini suia lomba di Assen.
"Jarak menuju 123 gelar memang masih panjang, namun sedkit demi sedikit dapat terwujud. Untuk memecahkan rekor ini memang sangat memancing motivasi, namun saya berlomba tidak hanya untuk satu alasan itu," ungkap Rossi.
Agostini juga masih memegang satu rekor lainnya, yaitu 15 gelar juara dunia dari semua kelas yang pernah diikutinya. Ia yakin, tidak akan ada pebalap yang akan mampu memecahkan rekor ini dalam waktu yang lama. "Biarlah ini tetap menjadi rekor saya. Di jaman saya, meraih kemenangan merupakan hal yang sangat sulit. Setiap Minggu, saya harus kehilangan seorang rekan atau lawan (yang tewas di sirkuit)," kata Agostini.
Rossi: Pecahkah Rekor Agostini Bukan Faktor Utama!

JAKARTA, KOMPAS.com — Valentino Rossi telah mengukir 100 kemenangan sepanjang kariernya di ajang MotoGP. Artinya, "The Doctor" hanya perlu 22 kemenangan lagi untuk menyamakan rekor sepanjang masa yang dimiliki pebalap legendaris Giacomo Agostini, atau bahkan mungkin melebihi rekor tersebut.
Namun, tahun depan kontrak Rossi dengan Fiat Yamaha berakhir. Setelah itu, apa langkah yang akan diambil sang raja MotoGP ini? Apakah dia akan pensiun, ataukah terus bertahan hanya untuk mencetak sejarah baru dengan mematahkan rekor Agostini?
Memang, sejak Rossi menjadi juara di Assen akhir pekan lalu, namanya selalu dihubung-hubungkan dengan Agostini karena pebalap Italia tersebut ditengarai akan mampu memecahkan rekor Agostini yang sepanjang kariernya mencetak 122 kemenangan. Namun bagi Rossi, hal itu (pecahkan rekor) bukanlah faktor utama jika dia memutuskan untuk terus meniti karier di ajang MotoGP.
"Sangat sulit untuk membandingkan. Pertama, Agostini lebih banyak 22 (kemenangan) dan itu masih banyak balapan yang harus dimenangkan. Agostini melakukannya di dua kelas, tetapi pada saat yang bersamaan, balapan pada musim yang sama lebih sedikit sekarang," ungkap Rossi.
"Sayang, saya tidak pernah melihat balapan Giacomo, hanya melalui rekaman tua. Saya pikir tidak mungkin untuk membandingkan, tetapi bagaimanapun dia lebih banyak 22 kemenangan sehingga dia tetap yang terbesar," tambah Rossi yang telah berusia 30 tahun.
Dia juga menegaskan akan terus membela Yamaha sampai kontraknya berakhir pada musim 2010. Setelah itu, Rossi akan membuat keputusan akan memperbarui kontrak, yang tergantung kepada daya saingnya, dan seberapa tinggi dia menikmati MotoGP pada musim mendatang.
"Saat ini saya memiliki motivasi yang bagus dan saya merasa baik dan cepat berada di atas motor.
"Saya tidak tahu akan mencapai rekor Giacomo karena masih perlu 22 kemenangan lagi. Tetapi saya masih memiliki kontrak untuk tahun depan sehingga saya akan membalap untuk Yamaha di MotoGP pada musim 2010. Lalu, selama musim depan, saya akan berpikir untuk membuat keputusan."
Rossi menambahkan, sekarang dia masih punya niat untuk bertahan di MotoGP selama beberapa musim ke depan. Namun, ia belum berani membuat keputusan sekarang.
"Jika saya harus memutuskan sekarang, saya harus meneruskannya karena saya pikir masih memungkinkan untuk terus membalap selama tiga atau empat tahun ke depan. Tetapi, kita tidak pernah tahu," ungkap Rossi.
Lupakan Eforia di Assen, Rossi Tatap "Hattrick" di Laguna

JAKARTA, KOMPAS.com — Akhir pekan ini, duel seru di ajang MotoGP akan kembali tersaji di Laguna Seca, Amerika Serikat. Seperti biasa, tiga pebalap teratas, yakni Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan Casey Stoner, menjadi pusat perhatian karena mereka tampaknya masih mendominasi seri kedelapan musim 2009 ini.
Dalam dua tahun terakhir, Rossi merajai sirkuit tersebut. Dan 12 bulan lalu, "The Doctor" menunjukkan kelasnya sebagai pebalap terbaik di muka bumi ini karena memenangkan pertarungan ketat dengan Stoner pada GP tersebut, sekaligus melapangkan jalannya menuju tangga juara dunia 2008.
Tahun ini, Rossi tetap mengusung target serupa. Pasalnya, hanya kemenangan yang membuat pebalap Fiat Yamaha tersebut mencetak hattrick dan semakin melebarkan jarak dengan rekan setimnya, Lorenzo, di klasemen sementara. Saat ini duet Yamaha tersebut hanya terpisah 5 poin—dan Rossi unggul 9 dari Stoner di posisi tiga.
Nah, untuk mewujudkan impiannya tersebut, Rossi yang pekan lalu baru saja mencetak sejarah di Assen karena membukukan 100 kemenangan sepanjang kariernya di MotoGP, sejenak melupakan eforia itu. Dia tak ingin kebahagian tersebut membuatnya terlena karena Lorenzo dan Stoner terus memberikan ancaman.
"Kenangan terindah saat meraih kemenangan ke-100 masih segar di ingatan. Tetapi sekarang, kami hanya memiliki beberapa hari untuk pemulihan sebelum balapan berikutnya yang tentu saja sulit bagi setiap orang," ungkap Rossi.
"Kami harus berusaha untuk sesantai mungkin dan sedikit mengisi kembali baterei, karena Laguna selalu merupakan pekan yang sulit dan sering sangat panas.
"Tahun lalu saya melakukan pertarungan yang seru dengan Stoner dan untuk saya, itu merupakan sebuah titik balik meraih juara dan kemenangan yang sangat penting; Saya memiliki beberapa kenangan indah. Saya pikir tahun ini kembali mengalami kesulitan karena Lorenzo sedang berada dalam performa yang hebat dan saya yakin, Stoner juga akan kembali ke penampilan terbaik. Laguna adalah tempat yang hebat untuk balapan dan trek yang mengagumkan."
"Persaingan menuju juara pada tahun ini sangat terbuka, sehingga kami harus tetap fokus, kembali ke kondisi normal setelah di Assen, dan berusaha untuk meraih hasil bagus lagi pada akhir pekan ini."
Hal senada diungkapkan manajer tim Rossi Davide Brivio. Dia mengakui, momen bahagia karena Rossi berhasil membuat sejarah di Assen, harus segera ditinggalkan karena mereka mesti konsentrasi untuk menghadapi pertarungan pada hari Minggu (5/7).
"Kami masih menyimpan kenangan manis dari Laguna Seca pada tahun 2008. Kami juga bahagia karena akan tiba di sana setelah meraih dua kemenangan, serta memimpin klasemen," ungkapnya.
"Ini adalah tempat yang bagus untuk balapan dan fans di Amerika selalu menyenangkan sehingga kami berharap bisa kembali mempersembahkan kepada mereka tontonan yang indah! Paketan motor kami bekerja dengan baik dan kami berharap itu terjadi lagi pada akhir pekan ini."
"Sekarang, target meraih 100 kemenangan telah tercapai sehingga kami bisa fokus pada target berikutnya yaitu juara dunia! Sekarang kami membalap untuk itu," pungkasnya. (CRS)
