Senin, 02 November 2009

Yamaha: Gaet Rossi adalah Keputusan Terbaik Sepanjang Sejarah


Jumat, 30 Oktober 2009 | 19:06 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Tim Yamaha sangat puas dan senang memiliki pebalap sehebat Valentino Rossi. Bahkan pabrikan Jepang ini mengakui, menggaet "The Doctor" dari Honda pada enam tahun silam, merupakan keputusan terbaik yang pernah diambil tim ini, sepanjang sejarah mereka. Hal ini dikatakan oleh Direktur manajer Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, yang juga berharap bisa meyakinkan Rossi agar pebalap Italia tersebut tidak meninggalkan Yamaha setelah kontraknya selesai pada akhir musim 2010.

Rossi baru saja menyegel gelar juara dunia MotoGP 2009, setelah finis ketiga di Sepang, Malaysia, pekan lalu. Meskipun balapan masih tersisa satu seri lagi di Valencia, 8 November nanti, perolehan poin Rossi (286) tidak mungkin terkejar lagi oleh rekan setimnya, Jorge Lorenzo, yang berada di urutan dua.

Torehan ini membuat Rossi meraih gelar kesembilan sepanjang kariernya--dan gelar ketujuh di kelas premier--, dan empat trofi terakhir digapai bersama Yamaha, yang mulai dibelanya sejak 2004. Bahkan bersama tim ini, Rossi mencatat prestasi yang cukup spektakuler, karena dari total 22 kali menang di kelas premier, 44 di antaranya diraih dengan pabrikan yang bermarkas di Shizuoka ini.

Tak heran jika kubu Yamaha sangat bangga memiliki pebalap sehebat pria kelahiran Urbino, Italia, ini. Jarvis pun berharap, pebalap berusia 30 tahun tersebut mau terus membela Yamaha sampai akhir kariernya.

"Seluruh skuad tim ini sangat mendukung perekrutan Valentino ke Yamaha," ungkapnya. "Ini menjadi hal terbaik yang pernah dilakukan Yamaha sepanjang sejarahnya. Sekarang Valentino sudah memenangkan empat gelar juara dunia bersama Yamaha, dan saya bahagia karena dia telah memenangkan lebih banyak gelar bersama Yamaha, dibandingkan dengan pabrikan lain. Itu merupakan keputusan hebat untuk bersama-sama membentuk sebuah tim yang kuat. Pujian pantas saya berikan kepada Vale, Davide (Brivio, manajer tim Rossi) dan skuad, yang telah melakukan pekerjaan dengan sangat baik."

"Saya tidak yakin saya bisa meyakinkan Valentino untuk terus membalap bersama kami (setelah 2010). Itu terserah dia, tetapi saya akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk meyakinkannya agar dia tetap bersama Yamaha. Seperti yang Vale sendiri katakan, dia akan membuat keputusan pada pertengahan tahun depan dan kami berharap, dia terus bersama Yamaha. Dia telah menjadi seorang duta yang hebat. Saya ingin menyampaikan pujian kepada seluruh tim, karena melewati tahun ini yang sulit dan juga terjadi kompetisi internal!"

Senada dengan Jarvis, executive officer of engineering operations for Yamaha Motor Company, Masao Furusawa, juga mengungkapkan rasa senangnya. Dia mengaku bahagia bisa bekerja sama dengan Rossi.

"Valentino selalu membantu kami, tidak hanya untuk pengembangan motor, tetapi juga untuk pengesetan. Juga, dia membantu saya dengan pendekatan filosofi! Di luar trek kami teman yang baik, meskipun memiliki perbedaan usia," jelas Furusawa.

"Valentino merupakan pebalap yang sangat, sangat penting bagi Yamaha, begitu juga Jorge, tetapi khususnya Valentino. Saya sudah bekerja dengannya selama enam tahun dan kadang-kadang kami menghadapi saat yang sedih, seperti tahun 2006 dan 2007. Tujuan saya di MotoGP adalah meraih kemenangan bersama Valentino, dan mungkin suatu hari nanti Valentino akan berhenti dari MotoGP. Tetapi saya ingin dia mengakhiri kariernya di MotoGP bersama Yamaha."

Senin, 07 September 2009

Rossi Harus Bangkit!


Rabu, 2 September 2009 | 18:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Akhir pekan lalu di GP Indianapolis, Valentino Rossi menuai hasil terburuk sejak tahun 2007. Untuk pertama kalinya "The Doctor" tidak finis, karena dia jatuh dan kendaraannya mengalami kerusakan, sehingga gagal meneruskan balapan.

Nah, akhir pekan ini di Misano, San Marino, Rossi harus bangkit! Bertarung di harapan publiknya, juara dunia enam kali MotoGP tersebut tak boleh gagal lagi agar jalannya menuju tangga juara musim 2009 kembali mulus.

Ya, saat ini Rossi memang masih memimpin klasemen sementara. Tetapi, jaraknya dengan Jorge Lorenzo sudah terpangkas separuh dan kini mereka tinggal berselisih 25 angka.

Sebelum bertarung di Indianapolis, Rossi unggul 50 poin atas rekan setimnya di Fiat Yamaha tersebut. Namun hasil yang bertolak belakang di AS itu membuat perbedaan mereka sudah menipis. Alhasil, Lorenzo yang pekan lalu menjadi juara, kini menghidupkan peluangnya untuk meraih gelar pertamanya di MotoGP.

Meskipun akan tampil di hadapan publiknya, Rossi harus tetap waspada. Jangan sampai kejadian di Mugello, Italia, pada awal musim ini terulang lagi, di mana dominasinya sepanjang tujuh tahun terakhir di sirkuit tersebut (Mugello,red) dipatahkan oleh Casey Stoner yang menjadi juara, serta Lorenzo yang finis di posisi dua.

Misano hanya berjarak 15 kilometer dari kota Tavullia, tempat tinggal Rossi. Tak heran jika pebalap yang telah mengoleksi lebih dari 100 kemenangan MotoGP tersebut memiliki banyak fans, yang terkenal dengan sebutan Tifosi.

"Saya senang kami tidak memiliki waktu yang panjang sampai balapan berikutnya, karena saya dengan cepat ingin melupakan kesalahan di Indianapolis," ungkap Rossi. "Tahun lalu di Misano luar biasa, meraih kemenangan di depan fans dan dekat dengan rumah, menghadirkan perasaan yang hebat. Dan setelah gagal di Mugello tahun ini, kami fokus untuk berusaha meraih hasil terbaik di sini.

"Seperti biasa, Fan Club saya akan membuat pesta besar di sana, sehingga saya berharap kami bisa memberikan kepada mereka pertunjukkan yang bagus, karena selalu menyenangkan membalap di rumah. Seperti yang kami lihat akhir pekan lalu, segala sesuatu bisa terjadi dan perburuan gelar juara dunia belum berakhir. Kami harus tetap bekerja keras secara maksimal dan berusaha meraih poin sebanyak mungkin."

Manajer tim Davide Brivio, juga berharap Rossi segera bangkit untuk mengakhiri momentum Lorenzo. Jika tidak, rival sekaligus rekan setimnya itu bisa menyodok ke posisi teratas.

"25 poin itu tidak banyak, ketika para rival kami kuat. Karena itu, kami harus bisa bangkit pada balapan di rumah pada akhir pekan ini dengan meraih hasil bagus," ungkapnya.

Rossi Ungguli Lorenzo dan Pedrosa


Jumat, 4 September 2009 | 20:40 WIB

SAN MARINO, KOMPAS.com — Valentino Rossi menunjukkan tanda-tanda kebangkitannya setelah akhir pekan lalu mengalami kegagalan. "The Doctor" mengalahkan rekan setimnya di Fiat Yamaha, Jorge Lorenzo, untuk mencatat waktu tercepat pada sesi latihan bebas GP San Marino di Misano, Jumat (4/9).

Sementara itu, tiga pebalap Honda membuntuti duo Yamaha tersebut. Dani Pedrosa yang memimpin posisi para pebalap Honda itu karena dia terbaik ketiga, disusul jagoan Gresini Honda Alex de Angelis dan rekan setim Pedrosa, Andrea Dovizioso.

Namun, secara keseluruhan, Yamaha mencatat waktu yang jauh lebih baik dari Honda. Buktinya, Lorenzo hanya terpaut 0,126 detik dari Rossi, sedangkan Pedrosa terpaut 0,776 dari pimpinan klasemen sementara tersebut.

Lorenzo yang pekan lalu juara di Indianapolis hampir selalu memimpin sesi latihan sore itu, sebelum Pedrosa menyodoknya saat waktu tersisa 20 menit. Namun, pebalap Spanyol ini langsung merespons, dan kembali mengalahkan catatan waktu kompatriotnya tersebut.

Rossi tak mau kalah. Juara dunia enam kali MotoGP yang gagal finis di Indy tersebut tampil impresif sehingga mampu menyisihkan Lorenzo dan Pedrosa yang digadang-gadang bakal menyulitkannya pada balapan hari Minggu nanti.

De Angelis, satu-satunya pebalap yang jatuh pada sesi ini, mampu bangkit. Runner-up di Indy tersebut berhasil mencatat waktu terbaik keempat, mengungguli Dovizioso.

Colin Edwards (Tech 3 Yamaha), pengganti Casey Stoner di Ducati, Mika Kallio, Loris Capirossi (Suzuki), James Toseland (Tech 3 Yamaha), dan Nicky Hayden (Ducati) melengkapi posisi 10 besar sesi latihan ini.

- Hasil latihan 1

Pos Rider Bike Time Gap
1. Valentino Rossi Yamaha 1m35.304s
2. Jorge Lorenzo Yamaha 1m35.430s + 0.126s
3. Dani Pedrosa Honda 1m36.080s + 0.776s
4. Alex de Angelis Gresini Honda 1m36.096s + 0.792s
5. Andrea Dovizioso Honda 1m36.316s + 1.012s
6. Colin Edwards Tech 3 Yamaha 1m36.350s + 1.046s
7. Mika Kallio Ducati 1m36.419s + 1.115s
8. Loris Capirossi Suzuki 1m36.508s + 1.204s
9. James Toseland Tech 3 Yamaha 1m36.588s + 1.284s
10. Nicky Hayden Ducati 1m36.608s + 1.304s
11. Randy de Puniet LCR Honda 1m37.056s + 1.752s
12. Toni Elias Gresini Honda 1m37.057s + 1.753s
13. Aleix Espargaro Pramac Ducati 1m37.126s + 1.822s
14. Chris Vermeulen Suzuki 1m37.134s + 1.830s
15. Niccolo Canepa Pramac Ducati 1m37.306s + 2.002s
16. Marco Melandri Hayate Kawasaki 1m37.454s + 2.150s
17. Gabor Talmacsi Scot Honda 1m37.869s + 2.565s

Rossi Belum Buka Rencana Masa Depan


Minggu, 6 September 2009 | 13:39 WIB

ROMA, KOMPAS.com — Juara dunia Valentino Rossi belum mau terbuka soal masa depannya bersama tim Yamaha setelah tim MotoGP ini memperpanjang kontrak pebalap Spanyol, Jorge Lorenzo.

Lorenzo saat ini membuntuti Rossi di peringkat kedua klasemen sementara kejuaraan dunia dengan selisih 25 poin. Dengan sisa lima lomba, Lorenzo merupakan satu-satunya pebalap yang akan mampu menggagalkan ambisi Rossi untuk menjadi juara dunia ketujuh kalinya.

"Buat Yamaha tentunya baik sekali memiliki dua pebalap utama. Namun, untuk tahun-tahun mendatang, sebaiknya setiap tim hanya memiliki satu pebalap utama," kata Rossi lewat situs Gazzetta dello Sport.

"Saya belum tahu (apakah akan pindah). Saya memiliki sisa kontrak selama satu tahun dan setelah itu saya baru akan memutuskan," kata Rossi setelah mencatat waktu tercepat sesi latihan jelang GP San Marino, Minggu (6/9).

Hebat, Rossi Tak Ada Lawan


Minggu, 6 September 2009 | 20:45 WIB

MISANO, Kompas.com - Pebalap Italia, Valentino Rossi tampil dominan untuk mengatasi pesaing utamanya, Jorge Lorenzo dan memenangi lomba GP San Marino, Minggu.

Juara dunia delapan kali berusia 30 tahun ini masuk finish diikuti Lorenzo serta pebalap Spanyol lainnya, Dani Pedrosa di tempat ketiga. Kemenangan ini membuat Rossi mengumpulkan 237 poin dan unggul 30 poin dari Lorenzo. Pedrosa berada di posisi tiga klasemen sementara dengan 157 poin dan berada di depan mantan juara dunia, Casey Stoner.

Rosssi sendiri mengaku mengawali lomba dengan ragu-ragu. "Awalnya cukup sulit dan saya kesulitan karena mengawali lomba dengan buruk," kata Rossi yang menempati pole position. "Namun semuanya kemudian berakhir dengan baik."

Lorenzo mengaku tampil tidak sebaik Rossi. "Saya sudah berusaha semampu saya saat berhasil melampaui Dani (Pedrosa). Namun Valentino benar-benar nomor satu untuk akhir pekan ini."

Pedrosa sendiri mengaku beruntung dapat masuk finish karena sempat kehabisan bensin. "Lorenzo dan Rossi terlalu cepat buat saya. Mudah-mudahan lain kali saya lebih baik,' Kata Pedrosa.

Hasil GP San Marino, Minggu (6/9):
1. Valentino ROSSI ITA Fiat Yamaha Team Yamaha 44'32.882
2. Jorge LORENZO SPA Fiat Yamaha Team Yamaha selisih 2.416
3. Dani PEDROSA SPA Repsol Honda Team Honda selisih 12.400
4. Andrea DOVIZIOSO ITA Repsol Honda Team Honda 26.330
5. Loris CAPIROSSI ITA Rizla Suzuki MotoGP Suzuki 26.539
6. Toni ELIAS SPA San Carlo Honda Gresini Honda 28.286
7. Mika KALLIO FIN Ducati Marlboro Team Ducati 30.184
8. Marco MELANDRI ITA Hayate Racing Team Kawasaki 31.757
9. Chris VERMEULEN AUS Rizla Suzuki MotoGP Suzuki 31.909
10. James TOSELAND GBR Monster Yamaha Tech 3 Yamaha 38.347
11. Aleix ESPARGARO SPA Pramac Racing Ducati 46.673
12. Randy DE PUNIET FRA LCR Honda MotoGP Honda 52.041
13. Niccolo CANEPA ITA Pramac Racing Ducati 1'03.198
14.Gabor TALMACSI HUN Scot Racing Team MotoGP Honda 1'22.347

gagal finish:
Alex DE ANGELIS RSM San Carlo Honda Gresini Honda
Colin EDWARDS USA Monster Yamaha Tech 3 Yamaha
Nicky HAYDEN USA Ducati Marlboro Team Ducati

Selasa, 01 September 2009

Rossi: Saya Jatuh karena Lakukan Kesalahan


Senin, 31 Agustus 2009 | 16:48 WIB

INDIANAPOLIS, KOMPAS.com - Valentino Rossi gagal menuai poin di GP Indianapolis. Pada balapan seri ke-12 itu, Minggu (30/8), "The Doctor" jatuh dan tidak bisa melanjutkan balapan karena motornya mengalami kerusakan.

Akibatnya, Jorge Lorenzo yang menjadi juara di seri tersebut bisa memangkas jarak poin mereka. Kini Rossi hanya unggul 25 poin dari rekan setimnya di Fiat Yamaha tersebut.

Menanggapi kegagalannya, Rossi mengakui bahwa dirinya telah melakukan kesalahan. Dia juga tak menampik timnya mengalami kesulitan sejak awal pekan.

"Saya sedikit melebar di Tikungan 1 dan supaya bisa kembali ke trek balapan, saya bergerak terlalu jauh ke kiri dan mengakhirinya dengan rem di bagian trek yang kotor," ungkap juara dunia enam kali MotoGP tersebut kepada televisi Italia1.

"Setelah itu saya langsung menggerakkan motor ke kanan, dan jatuh. Jujur, saya juga tidak mengerti kenapa jatuh, sehingga kami melihat data. Dalam kasus ini, ada kesalahan dengan jalur balapan saya.

"Benar, bagian belakang kehilangan sedikit sentuhan, tetapi saya tidak tahu itu masalahnya. Itu adalah faktanya, karena saya kembali ke jalur balapan setelah melakukan kesalahan itu, sehingga saya melakukan pengereman di bagian yang kotor."

Rossi yang berstatus juara bertahan ini juga mengakui, dia sulit bersaing dengan Lorenzo yang tampil prima pada pekan ini.

"Kami mengalami kesulitan sepanjang pekan in karena tidak pernah memperoleh setting-an yang optimal. Jadi, ketika Lorenzo lewat, saya pun berpikir bahwa terlalu sulit bersaing dengannya karena dia lebih cepat dua atau tiga persepuluh dari saya," tambahnya.

Sabtu, 15 Agustus 2009

Lorenzo Terdepan, Rossi Kedua


Jumat, 14 Agustus 2009 | 21:47 WIB

BRNO, KOMPAS.com — Duo Fiat Yamaha mendominasi latihan pertama MotoGP di Brno, Republik Ceko, Jumat (14/8). Jorge Lorenzo berada di posisi terdepan, disusul Valentino Rossi.

Lorenzo, yang jatuh di Donington Park, Inggris, bulan lalu, mencatat waktu 1 menit 56,595 detik. Pebalap Spanyol ini unggul 0,399 detik atas Rossi.

Posisi tiga ditempati oleh pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa. Kompatriot Lorenzo tersebut membukukan waktu 1 menit 57,584 detik, lebih lambat 0,7 detik dari Rossi.

Sementara itu, Colin Edwards yang menjadi runner-up di GP Inggris memberikan sinyal waspada kepada lawan-lawannya. Mantan rekan setim Rossi yang kini membela Tech 3 Yamaha tersebut menempati urutan keempat, meskipun terpaut hampir 1,1 detik dari Lorenzo.

Posisi lima ditempati jawara GP Inggris yang juga rekan setim Pedrosa, Andrea Dovizioso. Dia berhasil memperbaiki catatan waktunya menjelang sesi latihan selesai, sekaligus menggeser posisi pebalap Gresini Honda, Toni Elias, yang berada di peringkat enam.

Mika Kallio, yang menggantikan posisi Casey Stoner, tampil cukup impresif—Stoner absen pada tiga seri ke depan karena sedang sakit dan menjalani proses pengobatan di Australia. Dalam debutnya bersama Ducati Marlboro, pebalap Finlandia tersebut mencatat waktu 1 menit 58,302 detik sehingga berada di urutan tujuh. Dia jauh lebih baik dari Nicky Hayden, yang terpuruk di posisi 12. (CRS)

- Hasil latihan 1, Jumat (14/8):

1. Jorge Lorenzo SPA Fiat Yamaha Team 1min 56.595 sec
2. Valentino Rossi ITA Fiat Yamaha Team 1min 56.994 sec
3. Dani Pedrosa SPA Repsol Honda Team 1min 57.584 sec
4. Colin Edwards USA Monster Yamaha Tech 3 1min 57.741 sec
5. Andrea Dovizioso ITA Repsol Honda Team 1min 58.172 sec
6. Toni Elias SPA San Carlo Honda Gresini 1min 58.295 sec
7. Mika Kallio FIN Ducati Marlboro Team 1min 58.302 sec
8. Alex de Angelis RSM San Carlo Honda Gresini 1min 58.497 sec
9. Loris Capirossi ITA Rizla Suzuki MotoGP 1min 58.582 sec
10. Marco Melandri ITA Hayate Racing Team 1min 58.739 sec
11. James Toseland GBR Monster Yamaha Tech 3 1min 58.764 sec
12. Nicky Hayden USA Ducati Marlboro Team 1min 58.821 sec
13. Chris Vermeulen AUS Rizla Suzuki MotoGP 1min 59.041 sec
14. Randy de Puniet FRA LCR Honda MotoGP 1min 59.055 sec
15. Niccolo Canepa ITA Pramac Racing 1min 59.531 sec
16. Gabor Talmacsi HUN Scot Racing Team MotoGP 1min 59.979 sec
17. Michel Fabrizio ITA Pramac Racing 2min 0.423 sec

- Fakta GP Republik Ceko pada musim 2008 (17/8/2008)

Pole position:
Casey Stoner AUS Ducati Marlboro (B) 2min 11.657sec (wet)

Fastest race laps by manufacturer:
Casey Stoner AUS Ducati Marlboro (B) 1min 57.199sec
Valentino Rossi ITA Fiat Yamaha (B) 1min 57.228sec
Shinya Nakano JPN San Carlo Honda Gresini (B) 1min 58.174sec
Loris Capirossi ITA Rizla Suzuki (B) 1min 58.497sec
Anthony West AUS Kawasaki Racing (B) 1min 59.136sec